Takut Dan Harap Adalah Dua Sayap Iman



Syaikh ‘Abdul Qadir Jailani RA. Berkata: Aku bermimpi ada di suatu tempat mirip masjid, didalamnya ada sekumpulan orang yang menghabiskan waktunya hanya untuk menyendiri. Aku berkata dalam hati: andaikan ada orang yang mau mengajari  dan memberikan petunjuk bagi mereka.

Lalu aku menghampiri orang shalih, maka orang-orang berkumpul di sekitarku. Diantara mereka ada yang berkata: “Mengapa engkau tidak berbicara?” lalu aku menjawab: “ Baik, kalau kalian mengizinkan aku untuk berbicara.”

Lalu aku katakan: “ Jika kalian menghabiskan waktu untuk beribadah kepada Allah SWT, maka janganlah meminta-minta kepada manusia dengan lisanmu. Dan jika kalian sudah meninggalkan hal itu, maka janganlah meminta-minta kepada mereka dengan hati kalian, karena meminta dengan hati sama dengan lisan.”

Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah SWT setiap berkehendak untuk mengubah dan menukar, meninggikan dan merendahkan. Sekelompok orang ada yang ditinggikan setinggi-tingginya, dan sebagian lagi ada yang direndahkan serendah-rendahnya.

Maka ketakutan orang-orang yang diangkat ke tempat yang tinggi, adalah takut diturunkan ketempat yang serendah-rendahnya, dan harapan mereka agar tetap kekal dan tetap dijaga atas apa yang telah membuat derajat mereka diangkat.

Dan ketakutan orang-orang  yang direndahkan serendah-rendahnya adalah takut dikekalkan dan diabadikan pada apa yang telah membuat mereka hina, dan mereka berharap agar diangkat ke tempat yang tinggi dan menjadi orang mulia.

Bagikan jika bermanfaat