Cara Mengatur Gambar dan Video WA Agar Tidak Langsung Tersimpan Kedalam Galery


Whatsapp Messenger adalah aplikasi gratis yang berfungsi untuk pengiriman pesan singkat (instant messaging) yang bisa digunakan pada smartphone masa kini dari berbagai lintas platform. Baik itu yang berjalan di Operating System (OS) Android, iPhone, BlackBerry, Windows, maupun Symbian.

Untuk memampukan atau memuat pengiriman sebuah pesan, Whatsapp sendiri menggunakan koneksi internet dari berbagai basis (tingkatan sinyal) mulai dari EDGE, 3G, 4G dan sambungan Wi-fi. Adapun pesan yang dikirimnya antara lain adalah berupa pesan teks, gambar, musik, video, serta file-file dari berbagai ekstensi.

Namun demikian, whatsapp tidak hanya berfungsi sebagai pengiriman pesan singkat saja melainkan bisa digunakan untuk melakukan panggilan telpon dan video call. Sehingga dengan adanya fitur tambahan tersebut, dapat membantu pengguna ketika ada keperluan yang sangat mendesak dan penting. (Ribet juga kan kalau misalnya ada keperluan yang sangat penting kita masih ngetik-ngetik segala. Habis itu masih nunggu balasannya lagi).

Apalagi kita dalam keadaan yang terburu-buru. Waktu yang begitu singkat terasa lama. Menunggu satu detik pun rasanya seperti satu menit, menunggu satu menit bagaikan satu jam. Begitulah gambaran atau suasana seseorang dalam kondisi yang terburu-buru didunia daring.

Jadi meskipun messenger WA itu awalnya di design sebagai pengantar pesan singkat online saja, secara lambat-laut atau bertahap aplikasi tersebut bisa berubah fungsi sesuai dengan keperluan/kepentingan pengguna serta disesuaikan pula dengan perkembangan zaman.

Jadi tidak mengherankan jika Aplikasi Whatsapp sangat digemari oleh para pecinta chat online, karena selain dari segi fitur, dari segi penggunaanya pun sangat efisien. Sehingga siapapun yang baru memakai messenger ini, ia tidak akan mengalami kesulitan untuk mengoperasikannya.

Selain dari itu, untuk menjadi member atau anggota, pengguna tidak harus mendaftar dengan memasukkan email aktif segala melainkan cukup memasukkan nomor ponsel yang masih aktif, habis itu langsung kode verifikasi akan terkirim ke nomor yang bersangkutan. Kemudian akunnya langsung aktif dan siap berkomunikasi dengan teman-teman yang lain yang sebelumnya sudah mendaftar lebih duluan.

Bahkan saking praktisnya, pengguna whatsapp bukan hanya berasal dari kalangan para pemuda-pemudi saja melainkan berasal dari berbagai lapisan masyarakat seperti sopir angkot, sopir truk, ibu rumah tangga, pemulung, hingga emak-emak. Semuanya berkumpul didalamnya dan bergabung di group komunitas masing-masing.

Namun meski demikian, bukan berarti whatsapp sudah menjadi aplikasi messenger yang sangat sempurna di mata para membernya. Tidak! Ada sebagian pengguna yang tidak menyukai salah satu fitur yang ada di dalamnya yaitu fitur gambar atau video yang bisa menyimpannya secara automatis ke Galery.

Iya, mungkin dari sekian banyaknya aplikasi jejaring sosial dan instant messenger yang beredar saat ini tidak ada satupun yang memberlakukan sebuah gambar atau video bisa tersimpan secara otomatis ke galery tanpa ada keinginan dari penggunanya kecuali Whatsapp.

Dengan adanya fitur semacam ini tentu sangat merugikan para pengguna. Karena hal itu akan memakan ruang penyimpanan ponsel. Jika memory internal atau SD Card sudah penuh, tentu secara tidak langsung (tanpa kita sadari) bisa berdampak pada kinerja ponsel. Gadget yang biasanya enteng bisa berubah jadi sangat berat dan susah di operasikan. Bahkan ada yang sampai blank.

Selain dari itu, dampak dari fitur semacam ini sangat berbahaya bagi keluarga sekitar terutama bagi anak-anak yang masih dibawah umur. Kenapa saya bilang begitu? Karena kadang-kadang ponsel yang kita miliki itu di pegang oleh anak kita atau keponakan. Sehingga gambar atau video yang ada di galery tersebut bisa se enaknya di tonton oleh mereka.

Kalian tahu sendiri kan, di group WA itu sangat bertebaran gambar/video yang tidak selayaknya di tonton oleh anak kecil? Hemmmm...!!!

Kalau penggunanya seperti kita-kita ini mungkin masih bisa memfilterisasinya agar tidak sampai tersimpan ke galery. Akan Tetapi kalau penggunanya seperti emak-emak dan orang-orang yang tidak tahu tentang seluk-beluk yang ada didalam whatsapp sendiri bagaimana bisa memfilternya?

Iya, saya sendiri sering mendengar dan membaca keluhan dari teman-teman anggota group tentang seringnya gambar dan video porno yang diupload kedalamnya. Mereka sudah mewanti-wanti kepada teman-teman yang lain agar konten yang tidak bermoral itu jangan selalu di kirim kedalamnya. Sebab, menurut mereka ponsel yang digunakan sering di pegang oleh anaknya.

Dan tidak jarang video atau gambar tersebut sering di buka oleh anaknya. Itupun yang bilang kayak gitu bukan cuma satu dan dua orang saja melainkan hampir seluruh anggota group mengatakan demikian. Ya mungkin 95% lah mereka tidak setuju dengan adanya konten yang tidak bermoral itu.

Maka dari itu, dalam kesempatan kali ini saya mencoba untuk membuatkan tutorialnya agar foto dan video porno yang di kirim melalui chat Whatsapp itu nantinya tidak langsung masuk ke dalam Galery. Meski konten tersebut sudah dilihat dan di tonton via WA.

Berikut Cara Agar Semua Gambar dan Video Yang Ada Di WA Tidak Masuk Kedalam Galery.

 1). Pertama-tama buka aplikasi Whatsapp Messenger.

2). Kemudian setelah terbuka, sekarang tekan titik tiga yang letaknya ada di pojok kanan atas. Lalu akan muncul jendela baru. Silahkan pilih Setting.

3). Setelah itu kalian akan di bawa kehalaman pengaturan. Disini kalian memilih setting Chat.

4). Selanjutnya scroll yang ada di Visibilitas Media yang awalnya berada di kanan (aktif) di gulir ke kiri seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.

5). Selesai.

Setelah kalian menon-aktifkan scroll visibilitas media tadi itu, maka video maupun gambar yang kalian lihat atau ditonton didalam WA tidak akan tersimpan kedalam galery ponsel. Sehingga kedua konten tersebut aman dari jangkauan anak-anak yang masih dibawah umur.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel