Berapakah Jumlah Keseluruhan Kitab Allah Yang Diturunkan Ke Langit?


Menurut riwayat dalam hadis, semua kitab-kitab samáwi yang diturunkan ke langit berjumlah 104. 60 kitab diturunkan kepada Nabi Syits AS, 30 kitab diturunkan kepada Nabi Ibrahim AS, 10 kitab diturunkan kepada Nabi Musa AS sebelum kitab Taurat diturunkan, dan yang empat sebagaimana kita maklumi bersama, yakni Taurat (untuk Nabi Musa AS), Injil (untuk Nabi Musa AS), Zabur (untuk Nabi Daud AS), dan al-Qur’an (untuk Nabi Muhammad SAW).

Dan semua kandungan arti kitab-kitab terdahulu (kitab sebelum al-Qur’an) sudah tertampung dalam al-Qur’an. Al-Qur’an dikumpulkan dalam surat Al-Fatihah. Oleh karenanya, surat al-Fatihah disebut dengan Ummul-Qur’an (inti al-Qur’an). Dan makna surat al-Fatihah dikumpulkan dalam Basmalah, maknanya Basmalah dikumpulkan dalam BA’-nya Basmalah.

Sementara penjabaran dari surat al-Fatihah mengumpulkan makna al-Qur’an adalah sebagai berikut: segala sesuatu yang sifatnya berbentuk pujaan, pujian, dan syukur sudah ada dalam kalimat “Al-hamd lil-Láh, ar-Rahmán ar-Rahím”.

Segala makhluk yang ada di dunia ini sudah masuk dalam kalimat “Rabbil-‘álamín”. Segala sesuatu yang sifatnya rahmat, kasih sayang, dan pemberian sudah masuk dalam kalimat “ar-Rahman”. Segala sesuatu yang berkisar pada pengampunan dari Allah, masuk dalam kalimat “ar-Rahím”.

Segala sesuatu yang menjelaskan keberadaan hari Kiamat masuk dalam kalimat “Málik yaumid-din”. Segala sesuatu yang menjelaskan hidayah dari Allah SWT, do’a, dan tetap konsis (istiqomah) memeluk agama Islam masuk dalam kalimat “Ihdinásh-shiráth al-Mustaqím”.

Segala sesuatu yang menerangkan orang-orang saleh masuk dalam kalimat “shiráthal-ladzína ‘an’amta ‘alaihim”. Segala sesuatu yang berkaitan dengan murkanya Allah ada dalam kalimat “Ghairil-maghdhúb ‘alaihim”. Segala sesuatu yang menerangkan semua hawa nafsu dan bidah ada dalam kalimat “waladh-dhállín”.

Sebagian ulama ada yang mengarahkan lagi, bahwa makna Basmalah itu dikumpulkan dalam Ba’-nya dengan pengertian: tujuan dari segala ilmu adalah “wushulul-‘abd ilár-Rabb” (sampainya hamba pada Tuhan), dan Ba’-nya Basmalah itu bermakna ilsháq (bertemu), artinya seorang hamba bisa bertemu dan nempel ada di sisi Allah SWT.

Ada sebagian ulama yang menambahkan, bahwa maknanya Ba’ Basmalah ada pada titik yang ada di bawahnya dengan pengertian, ”Ana nuqthathul-wujud al-mustamadd minní kullu maujúdin”. Artinya, “Saya adalah titiknya benda wujud, yang mana semua benda wujud muncul dari saya.” Keterangan ini diambil dari kitab I’ánatuth-Thálibín Juz I.

Source:
- Artikel ini dikutib dari buku “Bunga Rampai Dialog Iman-Ihsan” yang di terbitkan oleh Pustaka Pondok Pesantren SIDOGIRI, Pasuruan, Jawa Timur.


- Pertanyaan diatas ditanyakan oleh saudara Ach. Saifullah (Situbondo) yang statusnya sudah di edit oleh penulis dan dijawab langsung oleh KH. A. Nawawi Abdul Djalil, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri.

- Sumber gambar: dataislam.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel