Jika Semua Perbuatan Dari Allah SWT, Mengapa Allah Menyiksa Hamba-Nya?


Pertanyaan:
“Khairihí wa syarrihí minal-Láh”. Tidak ada yang punya perbuatan selain Allah SWT. Fulan mencuri, itu perbuatan Allah SWT, Allah yang menggerakkan tangannya untuk mencuri. Allah SWT yang menciptakan setan, kemudian Allah SWT menjadikan setan berbuat kesalahan, yaitu tidak mau bersujud kepada Nabi Adam AS. Yang menggerakkan hati setan untuk berbuat demikian adalah Allah SWT. Kemudian Allah SWT menyiksa setan.

Pertanyaan Saya, jika semua perbuatan dari Allah SWT, mengapa Allah menyiksa hamba-Nya yang berbuat salah?

Jawaban:
Perlu diketahui bahwa perbuatan hamba itu ada dua segi, yaitu segi hakikat dan segi syariat. Lalu kalau dipandang dari segi hakikat, yaitu Khairihí wa syarrihí minal-Láh, maka perbuatan hamba itu tidak ada balasan apa-apa, sebab hamba yang perbuatannya baik lalu dimasukkan Surga itu semata-mata anugerah dari Allah SWT.

Kalau dipandang dari syariat (wa’dun-wa’id/janji dan ancaman) dari Allah SWT, maka perbuatan hamba itu mendapatkan balasan sesuai dengan amal perbuatannya:
Apabila perbuatannya baik, maka balasannya akan baik pula, yakni dijanjikan Surga dari Allah SWT, dan jika perbuatan amalnya jelek, maka balasannya akan jelek pula, yakni diancam dengan neraka oleh Allah SWT.

Oleh karena yang berbuat kebaikan itu adalah seorang hamba menurut pandangan zháhir, maka dia mendapatkan balasan. Di samping itu, sebenarnya semua perbuatan/tindakan dari Allah SWT tidak pantas ditanyakan, karena semua yang selain Allah adalah milik-Nya sendiri, makhluk-Nya sendiri, diatur-atur sendiri, terserah Allah SWT.

Allah SWT berfirman yang artinya:
Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai. (QS. Al-Anbiya’ [21]:23).

Source:

- Artikel ini dikutib dari buku “Bunga Rampai Dialog Iman-Ihsan” yang di terbitkan oleh Pustaka Pondok Pesantren SIDOGIRI, Pasuruan, Jawa Timur.

- Pertanyaan diatas ditanyakan oleh saudara Irma (Surabaya) dan dijawab langsung oleh KH. A. Nawawi Abdul Djalil, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri.

- Sumber gambar: Google.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel