Keutamaan Antara Salat Berjemaah dan Bersiwak


Pertanyaan:
Dalam Hadis disebutkan, bahwa melakukan salat lima waktu dengan berjemaah lebih baik dibanding salat sendirian, dengan selisih 27 derajat. Sedangkan, di dalam Hadis lain disebutkan bahwa orang yang salat menggunakan siwak, dianggap lebih baik daripada 70 rakaat tanpa menggunakan siwak.

Apakah pahala siwak itu lebih baik/utama dibandingkan pahala berjemaah, mengingat Hadis dimaksud? Kalau memang siwak yang lebih utama, bagaimana dengan ancaman Nabi Muhammad SAW terhadap orang yang tidak berjemaah akan dibakar beserta rumahnya? Terima kasih penjelasannya.

Jawaban:
Dari Hadis Nabi saw yang saudara utarakan itu tidak dapat ditarik kesimpulan bahwa keutamaan siwak melebihi keutamaan berjemaah dalam salat.

Untuk salat berjemaah ini ada sebagian ulama yang menyatakan sebagai fardu ‘ain, sebagaimana Imam Dawud bin Ali dan pendukungnya dari golongan mazhab azh-Zhahiri, ada pula yang menyatakan fardu kifayah, sedangkan bersiwak hanya berhukum sunat saja. Hal ini menunjukkan salat berjemaah adalah Ibadah yang sangat penting.
Menurut ulama, keutamaan salat berjamaah lebih afdal daripada keutamaan siwak karena tiap-tiap derajat dalam keutamaan salat berjemaah melebihi tiap-tiap derajat yang ada pada keutamaan siwak.

Jadi nilai keutamaan salat berjemaah meskipun hanya 25 atau 27, itu lebih agung dibanding keutamaan bersiwak yang banyaknya 70 keutamaan, karena bobot masing-masing keutamaan yang ada pada salat berjemaah nilainya lebih tinggi dibanding dengan bobot masing-masing fadhiláh dari salat yang disertai dengan bersiwak.

Source:

- Artikel ini dikutib dari buku “Bunga Rampai Dialog Iman-Ihsan” yang di terbitkan oleh Pustaka Pondok Pesantren SIDOGIRI, Pasuruan, Jawa Timur.

- Pertanyaan diatas ditanyakan oleh saudara Ach. Suhaib (Sampang) dan dijawab langsung oleh KH. A. Nawawi Abdul Djalil, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri.

- Sumber gambar: bincangsyariah.com

Bagikan jika bermanfaat