Maksud Istigfar Yang Membutuhkan Istigfar Lagi?


Pertanyaan:
Bagaimana pengertian kata-kata orang ahli tasawuf yang berbunyi “Istighfáruná yahtáju ilá-stighfárin” (Istigfar kita masih membutuhkan istigfar lagi)?

Jawaban:
Memang ada dari kalangan orang sufi dahulu, seperti Rabi’ah al-Adawiyah dan lainnya, yang mengatakan “Istighfáruná yahtáju ilá-stighfárin”. Hal itu karena umumnya istigfar yang diucapkan oleh manusia hanya di mulut saja, tidak dibarengi dengan hatinya. Seharusnya, istigfar atau permohonan ampunan kepada Allah SWT betul-betul keluar dari hati dan diucapkan oleh lisan.

Umumnya, orang membaca istigfar dalam keadaan hati lalai tentang ratapan istigfar itu, maka istigfar semacam itu perlu dimintai ampunan lagi kepada Allah Sang Maha Pengampun, sehingga muncullah pernyataan “Istighfáruná yahtáju ilá-stighfárin”.

Source:


- Artikel ini dikutib dari buku “Bunga Rampai Dialog Iman-Ihsan” yang di terbitkan oleh Pustaka Pondok Pesantren SIDOGIRI, Pasuruan, Jawa Timur.

- Pertanyaan diatas ditanyakan oleh saudara Subki Fadli (Bangkalan) dan dijawab langsung oleh KH. A. Nawawi Abdul Djalil, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri.

- Sumber gambar: dream.co.id

Bagikan jika bermanfaat