Cara Membedakan Situs Pemerintah Dengan Situs Abal-Abal (Penipu)

Artikel yang saya tulis ini tidak lepas karena keprihatinan saya terhadap para pengguna  Facebook dan WhatsApp yang semakin hari jari-jari dan otak mereka semakin tidak terkontrol terhadap penyebaran konten yang berbau-bau hoax.

Domain milik pemerintah Indonesia go.id

Bagaimana tidak? Akhir-akhir ini hampir setiap hari mereka tidak henti-hentinya membagikan situs-situs tertentu yang berhubungan dengan bantuan pemerintah. Seperti bantuan dinas sosial, bantuan ketenagakerjaan (prakerja) dan bantuan data internet Covid-19 (kuota belajar) dari Kemdikbud.

Padahal situs yang disebarkan tersebut bukanlah situs resmi dari pemerintah pusat ataupun daerah melainkan situs abal-abal atau personal yang sengaja di buat untuk mencari keuntungan sepihak.

Seharusnya mereka sebelum membagikannya ke orang lain di cek dulu kebenarannya. Apakah situs yang bersangkutan resmi milik pemerintah atau bukan? Masak sampai saat ini tidak bisa membedakan antara website milik Pemerintah atau Non-pemerintah?

Seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita tahu betul alamat resmi pemerintah kita seperti apa? Biar nantinya tidak mudah tertipu dan terjebak oleh situs abal-abal yang ingin mencari info data dari orang awam seperti kita-kita ini.

Meskipun kita tidak harus tahu persis alamat situsnya satu persatu, setidaknya kita tahu ciri-ciri alamat domainnya seperti apa. Baik itu yang dibuat oleh pemerintah pusat maupun yang dirilis oleh pemerintah daerah.

Karena kalau kita ingin mengetahuinya satu persatu, rasanya kita tidak akan mampu untuk menghafal semuanya mengingat terlalu banyaknya instansi-instansi yang ada didalam pemerintahan kita.

Cara Mengetahui Situs Milik Pemerintah.

Sebenarnya untuk mengetahui situs resmi dari milik pemerintah itu caranya sangat gampang. Karena semua yang berhubungan dengan situs pemerintah pusat maupun daerah telah ditetapkan peraturannya oleh Menteri Komunikasi dan Informatika.

Adapun peraturan yang dimaksud adalah tertuang dalam peraturan NOMOR : 28 /PER/M.KOMINFO/9/2006.

yang berisi TENTANG PENGGUNAAN NAMA DOMAIN go.id UNTUK SITUS WEB RESMI PEMERINTAHAN PUSAT DAN DAERAH.

"bahwa dalam rangka menunjang pengembangan dan pelaksanaan elektronik goverment (e-goverment), maka setiap pembangunan situs web resmi pemerintahan pusat dan daerah harus menggunakan nama domain go.id"

Isi dari kalimat diatas sudah jelas bahwa semua situs yang berada dalam naungan pemerintahan Indonesia (tanpa terkecuali) wajib menggunakan domain go.id.

Jadi kalau ada alamat situs yang mengatasnamakan pemerintah yang didalamnya berisi konten tentang bantuan (uang dan kuota internet gratis) tapi domainnya bukan go.id, itu artinya situs tersebut abal-abal alias penipu.

Cara Mengetahui Situs Abal-Abal (Penipu).

Biasanya untuk membuat situs semacam ini, si pembuat situs (penipu) memanfaatkan nama domain gratisan atau murahan sebagai alamat situsnya. Sebagai contoh misalnya domain .Blogspot.com, .TK , .PRO, .Work, .VIP, .TOP, XYZ.

Sedangkan untuk kontennya mayoritas berisi tentang iming-iming hadiah kuota internet gratis, bantuan dan Voucher.

Syarat untuk mendapatkan itu semua, pengunjung (si target) diharuskan memasukkan data pribadi seperti nama dan nomor telpon. Kalau yang membuka situsnya masih newbie (awam) dalam bidang ini, tentu mereka tanpa pikir panjang akan memasukkan data yang dimintanya. Gak tahunya Ia sendiri adalah target empuk yang sedang giring kedalam jeratnya yang nantinya bakalan dijadikan mangsa.

Jadi saya sarankan kalau kalian menemukan situs semacam ini, demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik kalian gak usah masukkan nomor ponselnya. Kalaupun ngotot ingin memasukkannya karena penasaran, silahkan isi kolomnya dengan nomor sembarang. Biar penipunya nanti juga bingung mau ngapain terhadap nomor yang kalian masukkan tadi. Gak apa-apalah sekali-kali kita kerjain juga tu tukang tipu...

Berikut Daftar Situs Abal-Abal Yang Saya Temukan di Group WhatsApp dan Facebook.

1). http://subsidi.kuotapelajar.pro/?sub=75GB

Situs ini berisi iming-iming voucher kuota internet gratis sebanyak 75 GB. Untuk mendapatkannya si target disuruh membuka kado yang benar sebanyak 3 kali percobaan. Dengan cara memasukkan nomor HP si target.

Tampilan depan situs http://subsidi.kuotapelajar.pro/?sub=75GB

2). http://alfamart.kupon.gratisurl.xyz/?c=tahunbaru

Situs ini mengatasnamakan toko swalayan Alfamart yang berisi iming-iming uang tunai mulai dari Rp. 10.000 sampai Rp. 2.000.000. Untuk mendapatkannya, si target disuruh membuka kado yang benar sebanyak 3 kali percobaan. Dengan cara memasukkan nomor HP si target.

3). http://k3s6sn.top/pro/liuliang/#1609861451566

Situs ini mengaku telah bekerjasama dengan  semua Operator telekomunikasi seluler Indonesia. Untuk menjerat si korban, kontennya diisi dengan iming-iming kuota internet gratis sebanyak 35 GB. Untuk mendapatkannya, si target disuruh mengeklik tombol submit pemeriksaan yang telah disediakan. Dengan cara memasukkan nomor HP si target.

Tampilan depan situs https://www.k3s6sn.top

4). https://whatsapp-comamd.work/h/l.php?l=id&x=1#1609861476893

Sama halnya dengan situs-situs diatas. Situs penipu ini mengaku sebagai layanan dari operator seluler Indonesia yang juga berisi konten bantuan internet gratis Covid-19 dan pulsa sebesar Rp. 100.000. Untuk mendapatkannya, si target disuruh mengeklik tombol submit pemeriksaan yang telah disediakan. Dengan cara memasukkan nomor HP si target.

Tampilan depan situs https://whatsapp-comamd.work

5). https://newyear-giftscard-alfamart.blogspot.com/?c=tahunbaru

Situs ini sama persis isinya dengan point nomor dua diatas. Yang membedakan hanya terletak pada alamat situsnya saja.

Tampilan depan situs https://newyear-giftscard-alfamart.blogspot.com

Cara kerja dari kelima situs diatas Semuanya sama. Yaitu si target sama-sama di suruh memasukkan nomor ponselnya. Ini artinya komplotan pelaku yang melakukan kejahatan ini lebih dari 3 orang. Karena bisa jadi diluar sana masih banyak situs-situs lain yang sedang berkeliaran mencari mangsanya dengan modus operasi yang sama.

So, jika kalian menemukan situs-situs yang kontennya berisi iming-iming hadiah lagi seperti menjanjikan hadiah voucher gratis, uang, kuota internet dan lain sebagainya, kalian tidak usah membukanya, apalagi menyebarkannya.

Karena itu semua hanyalah modus belaka yang ingin mengumpulkan data dari nomor HP kalian. Kalaupun seandainya pemerintah dan pihak operator ingin memberikan bantuan kuota internet gratis Covid-19 (kuota belajar), bukan melalui jalur seperti itu cara mendapatkannya. Itu salah besar.

Kuota belajar itu biasanya bisa didapat dengan dua cara. Pertama, jika kalian seorang guru/dosen, siswa, atau mahasiswa , maka nomor kalian itu akan didaftarkan oleh operator dari masing-masing instansi. Dengan catatan, nama kalian masih tercantum di Dapodik.

Tapi ada juga di instansi-instansi tertentu kuota belajar ini langsung ditransfer ke kartu perdana yang sebelumnya sudah didaftarkan di Kemdikbud.

Cara yang kedua jika kalian ngotot ingin mendapatkan kuota belajar ini, kalian bisa cek di dalam aplikasi resmi dari masing-masing provider. Disana biasanya ada kuota paket belajarnya. Hanya saja kalau Simcard yang kalian gunakan bukan kartu perdana, statusnya tidak gratis, melainkan harus bayar. Tapi harganya sangat murah, gak nyampek Rp. 1000. Kalau di kartu Telkomsel dan Axis, palingan harganya cuma Rp. 10. Gak tahu kalau provider lain, saya masih belum mengeceknya.

Ingat! Pihak pemerintah dan Operator tidak pernah bekerjasama dengan situs abal-abal seperti yang telah saya sebutkan diatas. Camkan itu!

Related Posts

Subscribe Our Newsletter